e-Pengaduan
Pengaduan Online Kota Subulussalam
Masukkan email dan password saat Anda mendaftar.
Reset Password.

Informasi Publik

Pembuatan Fly Over Sp. Surabaya

Tanggal: 22 Agustus 2016
Sejumlah pedagang dan pengusaha di Gampong Lamseupeng dan Dusun Simpang Surabaya, Ateuk Pahlawan melakukan protes pembangunan Fly Over Simpang Surabaya Kota Banda Aceh, Kamis (01/9/2016). “Mereka kecewa karena selama ini ruas jalan ditutup dan para pedagang diabaikan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh, sehingga kondisi para pedagang saat ini mulai merugi,” kata Safaruddi, pengacara warga dalam aksi itu. Safaruddin menjelaskan pembangunan Fly Over Simpang Surabaya ini tidak ditolak dan warga sangat mendukung pembangunan di Kota Banda Aceh, tapi disisi kemanusiaannya para pedagang dan pengusaha yang terkena dampak akibat pembangunan Fly Over itu juga harus diberikan keadilan. Pengacara Safaruddin (kaca mata) bersama pedagang di sekitar lokasi Pembangunan Fly Over Banda Aceh melakukan aksi protes, Kamis (1/9/2016) “Seharusnya Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan musyawarah dengan pedagang dan pengusaha yang ada disekitar lokasi pembangunan, selama ini mereka diabaikan dan keputusan tutup jalan adalah keputusan sepihak dari pemerintah,” kata Safaruddin. “Tidak ada sosialisasi soal penutupan jalan, akibatnya hasil dagangan para pedagang anjlok, kita butuh kepastian dari Pemerintah Kota Banda Aceh, ini adalah sebuah penzaliman,” kata Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) ini. Hadir dalam aksi protes itu salah seorang anggota DPRK Banda Aceh, Abdul Rafur. Dikatakannya aksi ini perlu direspon apalagi warga tidak menolak pembangunan Fly Over Simpang Surabaya. “Saya sangat merespon dan mendukung masyarakat, saya akan sampaikan ini kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, saya siap membantu masyarakat, apalagi ekonomi masyarakat sedang morat-marit,” janji Politisi Partai Nasdem itu. Aksi protes ini dilakukan persis di ujung jembatan simpang surabaya arah menuju Gampong Beurawe disaksikan warga Kota Banda Aceh dan para pekerja pembangunan Fly Over dan Underpass. Sejumlah anggota polisi ikut berjaga-jaga mengawasi aksi yang dimulai sejak pukul 11.00 wib. Para pedagang berencana mendirikan Posko di lokasi tersebut menutut keadilan dan kompensasi dari Pemerintah Kota Banda Aceh. [Ate]